Ada Indikasi Pungli, Syahbandar Kota Baubau Bakal Digarap KPK

laanto, 24 Dec 2018, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

BAUBAU - Adanya indikasi pungutan liar (Pungli) di area Pelabuhan Murhum Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Koalisi Pemuda Kepulauan (KPK) Buton bakal menggarap Syahbandar setempat.

Keseriusan KPK Buton untuk menggarap kasus ini salah satunya dilakukan dengan aksi unjuk rasa di depan pintu masuk pelabuhan Murhum Kota Baubau, Senin (24/12/2018).

Aksi tersebut dipicu adanya keluhan dan pengaduan masyarakat pengguna jasa pelabuhan yang disampaikan kepada KPK Buton selama ini.

"Masyarakat luas sering keluhkan dugaan pungutan liar retribusi jasa tanda masuk pelabuhan melalui karcis, makanya hari ini kami turun aksi, ketika masyarakat mengeluh maka kami selaku aktivis siap membantu perjuangkan kepentingan masyarakat," ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Jacka Indrawan kepada awak IndonesiaSatu.co.id

Terkait penggunaan karcis di pintu masuk utama dan kedua, bila merujuk pada peraturan pemerintah disebutkan bahwa, jumlah tarif yang harus di pungut sebesar Rp. 3.000 dan Rp. 4.000, namun berdasarkan hasil investigasi lapangan terindikasi bahwa, para petugas Syahbandar Kota Baubau melakukan permainan, karcis masuk tersebut tidak diberikan kepada pembayar yang memasuki area pelabuhan.  

"Persoalan ini sempat kami suarakan pada tahun 2017 akan tetapi ternyata para petugas pelabuhan terindikasi masih melakukan pungli sampai hari ini," ucapnya.

Korlap juga menuturkan, persoalan tersebut telah mendorong semangat KPK Buton untuk kembali memasukan berkas laporan kepada Kejaksaan Negeri Baubau guna dilakukan pemeriksaan terhadap kepala Syahbandar Kota Baubau.

"kami anggap Syahbandar Kota Baubau terindikasi melakukan pungli dan lilegal loging. Alat bukti dan semua data yang telah kami peroleh akan kami serahkan ke Kejaksaan Negeri Baubau pada hari Rabu nanti," ujar Jacka.

Disebutkan pula, gerakan yang dilakukan saat ini merupakan WARNING kepada pihak Syahbandar Kota Baubau agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).

"Mereka juga harus berupaya mewujudkan pelayanan yang baik di wilayah pelabuhan Murhum Kota Baubau, jangan lagi ada pungli, kami tidak akan tinggal diam bila ada kasus pungli, pemerintah pusat saja gencar membasmi pungli, masa kita sebagai aktivis di daerah hanya mau biarkan," ulasnya mengakhiri.

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu