Ketika Dikonfirmasi, Ini Bantahan Kadis Dikbud Buteng

INDONESIASATU.CO.ID:

BUTON TENGAH - Ketika dikonfirmasi terkait konten pemberitaan sebelumnya yang terbit pada Senin 5 November 2018, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buton Tengah (Kadis Dikbud Buteng) Hasan Tali, S.Pd membantah dengan tegas.

Hal itu disaksikan pula oleh lima awak media lainnya di Buteng, yakni Fauzi, Aisya, Sadli Saleh, Ali Tidar dan Ibrahim Haris saat melakukan konfirmasi bersama di kantor Dinas Dikbud Buteng, Selasa siang (06/11/2018).

"Intinya itu tidak benar kalau mengatakan saya tidak bertanggung jawab, bukan bentuk tanggung jawab kah saya hadiri dikawinkan dengan sara adat, saksi saya istri saya, lalu saya bayar uang mahar enam juta lebih, bukan resmi kah itu," tanya Hasan Tali kepada media Indonesiasatu.co.id.

Menanggapi pertanyaan tersebut, awak media ini menjawab bahwa apa yang dimuat dalam pemberitaan bukan hasil rekayasa, tetapi merupakan keterangan langsung dari narasumber berinisial LT yang juga ayah dari si wanita berinisial WI.

"Nanti kalau saya perpanjang ini akan diusir mereka, karena kesepakatan dalam adat, saya dikawinkan dalam adat, disaksikan oleh istri saya, dan ada pernyataannya, lalu beritamu tiga bulan saya hamili anak orang saya tidak bertanggung jawab, ini persoalan saya masih jadi Camat, saya jadi Camat berakhir 2014, jadi 2014 kejadian," kata Hasan Tali.

Ia juga menyebutkan, saat dikonfirmasi via telepon seluler dirinya sedang ada pertemuan.

"Dalam konteks kau telepon saya, sedang pertemuan saya, lalu sekarang ini saya hati-hati menerima telpon nomor baru, ketika kemarin malam kau telpon saya angkat, setelah saya mendengar kaitannya dengan persoalan itu saya simpan (Tutup telpon, red), karena itu menyangkut pribadi saya," ucapnya.

"Artinya begini, jangan sampai berdampak, saya ini bukan orang seorang, dari premannya saya punya kemenakan sampai ini, hanya karena belum di dengar oleh keluarga yang lain ini," sambungnya.

Hasan Tali juga membantah terkait komentar wanita berinisial WI dalam konten pemberitaan sebelumnya, yang menyebutkan bahwa telah ada perjanjian bersama untuk menafkahi buah hati mereka.

"Mengenai pernyataan itu tidak ada, pernyataannya ketika nanti besok-besok, ini kita datangi semua tokoh adat, lalu kalau yang begitu nda perlu ditau orang, kan urusan mau dinafkahi diapa, artinya itu persoalan umum orang. Malah hanya perjanjian bahwa besok-besok, saya ungkapkan, saya ini hanya mau menyelamatkan agama," bantahnya.

Hasan Tali juga memberikan peringatan keras (Warning) terkait kemungkinan imbas yang akan terjadi kedepan terhadap awak Indonesiasatu.co.id akibat konten pemberitaan yang dimuat pada edisi sebelumnya.

"Saya sudah warning ya, walaupun kau sudah verifikasi nanti kalau terjadi sesuatu sama Anton, saya tidak tau jangan salahkan saya, artinya begini, saya ini walau sudah begini tapi masih sakit juga, hanya untuk saya tidak ada tendensi ini, tapi jangan sampai, saya punya gerbong keluarga ini besar, itu tadi saya ulang-ulang, kau tampeleng saya kalau selesai maka sakitnya habis," ujarnya.

Ia juga mengaku masih sakit hati dengan konten pemberitaan yang diterbitkan sebelumnya.

"Artinya lukanya saya punya hati ini tidak akan dirasakan oleh batu, tanah, kayu, saya kasih tau kita ini, jadi itu saja, saya hanya serahkan sama Yang Maha Kuasa, jadi ketika terjadi sesuatu maka jangan salahkan saya, karena itulah imbas dari apa yang kita lakukan, kan seperti apa yang kau katakan tidak bertanggung jawab, kasian, sementara empat tahun yang lalu itu sudah saya pertanggung jawabkan dengan seluruh anak istri saya," pungkasnya mengakhiri.

  • Whatsapp

Index Berita