Pelayanan Buruk, PDAM Unit Lombe Dinilai Ingin Benturkan Masyarakat

laanto, 01 Dec 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

 

BUTON TENGAH - Sulitnya mendapatkan air bersih di Desa Lowu-Lowu, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) memicu reaksi para tokoh pemuda. Warga yang kerap kali harus mengantri berjam-jam demi mendapatkan satu jerigen air bersih pun mulai mengecam buruknya model pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) unit Lombe.


Warga yang diketahui bernama Adi bahkan menilai, PDAM unit Lombe hanya Ingin membenturkan sesama masyarakat di Dusun Laoda dan Lowulowu.


"Nah kalau begini terus ini bisa benturan masyarakat, karena hanya satu rumah yang dapat air, sementara masyarakat lainnya harus antri dan baku jaga sampe larut malam baru dapat giliran, warga yang lain juga mulai tidak tahan kenapa hanya satu rumah yang dapat air, ini sama saja PDAM Lombe mau mengadu domba dan mau membenturkan masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya," ucapnya kepada jurnalis Indonesiasatu.co.id, Minggu (01/12/2019)


Seharusnya Kata Adi, pipa air yang tersambung secara keliling pada setiap rumah warga harus diganti menggunakan pipa yang berukuran besar.


"Pipa yang sekarang terpasang keliling sampai di ujung kampung, tapi kalau giliran air mengalir rumah-rumah yang lain tidak kebagian air, hanya satu rumah saja yang dapat air," sebutnya. 


Ditempat yang sama, La Iwa membeberkan bahwa, air bersih di Desa Lowu-Lowu saat ini makin sulit di dapat. Beban ekonomi yang dirasakan oleh warga pun terasa berat, karena harus membeli air bersih dengan harga yang lebih mahal.


"Kalau kita beli air seharga seratus ribu tidak sampe satu minggu kita pake, kita beli di mobil yang jual air di tower. Air disini dua hari mengalir dan dua hari juga tidak mengalir, itu pun baru sekitar dua mingguan mulai mengalir, air mulai mengalir ini karena mereka (Pihak PDAM Unit Lombe) mungkin dengar kalau baru-baru kita mau demo, selama ini sudah sekitar satu tahun lebih disini tidak mengalir air," bebernya. 


Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Lowu-Lowu, La Saani mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan warga, namun hingga saat ini belum ada respon dan realisasi dari pihak PDAM.


"Memang terkait masalah air ini saya juga sudah capek pergi menghadap di Kantor PDAM Lombe, tapi mereka hanya janji-janji, kan saya sudah bilang ke PDAM, itu pipa yang ada di Lowu-Lowu sudah tidak layak di pake, pipanya kecil dan airnya tidak mengalir, bisa saja karena pipanya penuh karat atau tersumbat," tuturnya. 


Dikatakannya, meskipun pipa air telah terpasang pada setiap rumah warga, namun aliran airnya tidak tersalurkan ke rumah-rumah penduduk. Ketua LPM ini juga mengaku kesal terhadap kinerja maupun pelayanan PDAM Lombe.


"Sampai sekarang saya tidak pernah lagi mau menghadap di kantor PDAM unit Lombe, karena saya sudah cape usulkan tapi tidak di gubris," pungkasnya.

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu